Pos blog pertama

Ini adalah pos pertama Anda. Klik tautan Sunting untuk mengubah atau menghapusnya, atau mulai pos baru. Jika ingin, Anda dapat menggunakan pos ini untuk menjelaskan kepada pembaca mengenai alasan Anda memulai blog ini dan rencana Anda dengan blog ini.

pos

Iklan

KAMI BERJALAN KAKI NAMUN TAK PERNAH MUDUR, (IKB-PMPT) JABODEBEK KORWIL JAKARTA

Namun, tak dapat dipungkiri, mungkin Anda akan bingung, kira-kira ucapan Natal seperti apa yang cocok dikirimkan ke orang-orang terdekat. Bahkan, Anda pun pasti akan sedikit lama memikirkan, indah, untuk ucapan Natal yang hendak kepada bapak, mama, dan keluarga yang dimanapun tuhan yesus menyertai kita semua

1 DESEMBER 1961 1 DESEMBER 2019 PAPUA PASTI MERDEKA.

S

ampaikan dan mengajarkan kepada mereka Generasi anak cucu kita bahwa Sejarah bangsa papua barat Pernah tercacat bahwa 1961 adalah hari Embrio Politik ideologi bagi bangsa papua barat, supaya tdk lupa sejarahnya sendiri dan akan keluar bebas dari gengaman koloni kanibal ini.
Saya #Angel_Elizabeth_Papua_

Wanimbo Menyampaikan selamat merayakan hari embrio Politik bagi bangsa papua yang ke 57 dimana pun anda berada 1 Desember 1961- 1 Desember 2019 Papua Pasti Merdeka.

UJIAN PALING SULIT


Ujian yang paling sukar

oleh Andreas Nataatmadja

“Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Markus 10: 25

Pada akhir bulan November ini, semua mahasiswa sudah mendapat hasil ujian semester 2 dan memasuki saat liburan musim panas. Sebagian murid bisa bergembira karena lulus dari semua ujian, tetapi sebagian lagi mungkin tidak bisa bersukacita karena adanya kegagalan dalam ujian tertentu. Memang tiap mata pelajaran sebenarnya mempunyai derajat kesulitan (degree of difficulty) yang berbeda, dan setiap orang mempunyai kemampuan yang berlainan. Bagi mereka yang menyukai mata pelajaran tertentu, biasanya merasa lebih mudah untuk menghadapi ujiannya. Tetapi mereka yang kurang menyukai suatu mata pelajaran, biasanya akan lebih sulit untuk lulus dari ujiannya.

Hidup ini adalah seperti menghadapi ujian. Tiap-tiap hari kita menghadapi tugas dan tantangan. Dan bagi semua orang, ada tantangan dan ujian yang bersifat jasmani, dan ada yang rohani. Apa mata pelajaran yang disukai seseorang dalam hidup biasanya menentukan bagaimana hasil ujiannya. Mereka yang menyenangi mata pelajaran jasmani, mungkin kurang bisa menikmati mata pelajaran rohani, dan begitu pula sebalikknya. Dengan demikian, mereka yang sehari-harinya sibuk dan senang memikirkan hal-hal jasmani saja, mungkin kurang mampu untuk menghadapi ujian rohani.

Dalam ayat diatas, dikatakan oleh Yesus bahwa lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah. Seekor unta sudah tentu tidak bisa memasuki lubang jarum, karena itu ada yang menafsirkan bahwa “lubang jarum” adalah sebuah pintu kecil di tembok Yerusalem yang hanya memungkinkan seekor unta lewat jika semua beban bawaan unta itu ditanggalkan. Tetapi, sampai sekarang orang tidak dapat memastikan adanya pintu seperti itu. Ada juga tafsiran lain bahwa kata “unta” itu sebenarnya adalah “tali”. Sudah tentu sulit dan bahkan tidak mungkin untuk sebuah tali untuk memasuki lubang jarum yang hanya cocok untuk benang.

Banyak orang yang memakai ayat diatas untuk menepis pelajaran teologi kemakmuran, dengan mengatakan bahwa mereka yang hanya memikirkan kesuksesan dan kenyananan akan sulit untuk mengikut Yesus. Tetapi, dalam konteks kehidupan modern, bukan hanya orang yang terpukau akan kekayaan yang bakal menemui kesulitan untuk menjadi umat Tuhan. Mereka yang lebih senang menjadi umat duniawi, akan sukar menjadi umat surgawi. Mereka yang lebih menyenangi hal jasmani, akan sulit untuk memahami hal rohani. Mereka yang lebih senang bersantai dalam hidup misalnya, akan kurang tertarik untuk memikirkan hal yang serius seperti soal mengikut Tuhan.

Mata pelajaran kehidupan yang paling sulit, bukanlah soal jasmani. Hal rohani yang menyangkut keselamatan jiwa, adalah jauh lebih sulit untuk dimengerti. Sekalipun seorang ahli agama seperti Nikodemus, tidak mengerti mengapa manusia harus dilahirkan kembali (Yohanes 3: 1 – 21). Dengan demikian, ujian yang paling sulit untuk umat Kristen adalah dalam hal mengikut Yesus Kristus.

“Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.” Matius 10: 38

Yesus yang menghendaki hidup kita agar bisa dipusatkan untuk mengasihi Tuhan dan sesama, seringkali diabaikan oleh mereka yang merasa bahwa hidup ini lebih baik digunakan untuk kenyamanan diri sendiri. Jauh lebih mudah bagi mereka untuk lulus dalam ujian jasmani daripada ujian rohani. Tidaklah mengherankan bahwa bagi mereka adalah sulit untuk menyambut uluran tangan Yesus untuk memasuki pintu ke surga.

“Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.” Matius 7: 13 – 14